Indogamers.com - Kreator Stardew Valley, Eric "ConcernedApe" Barone, bergerak cepat untuk meredam rumor yang meresahkan komunitasnya. Baru-baru ini, beredar spekulasi bahwa ia berencana menambahkan mekanik perselingkuhan dalam hubungan pernikahan di gim simulasi pertanian yang terkenal damai tersebut. Lewat serangkaian unggahan di platform X, Barone menegaskan bahwa rumor tersebut sama sekali tidak benar.
Kekacauan ini bermula dari sesi wawancara Barone bersama GameInformer. Komentarnya mengenai moralitas dalam sebuah gim sandbox disalahartikan oleh beberapa pihak, hingga muncul narasi seolah-olah fitur perselingkuhan akan benar-benar diimplementasikan ke dalam gim.
Dalam wawancara aslinya, Barone sebenarnya hanya berbicara secara teoretis mengenai kebebasan pemain dalam gim bergenre sandbox. Ia berpendapat bahwa idealnya pemain bisa melakukan tindakan buruk, namun gim tersebut harus memberikan konsekuensi yang setimpal sebagai pelajaran hidup.
"Saya tidak akan benar-benar melakukan hal ini," jelas Barone meluruskan konteks pernyataannya. "Saya hanya berbicara secara teoretis, bahwa jika saya menambahkannya, saya tidak akan membuatnya menjadi sesuatu tanpa konsekuensi. Semua orang di kota akan membencimu, dan akan ada konsekuensi parah atas kegagalan moral tersebut."
Barone menambahkan bahwa jika fitur ini benar-benar ada, dampaknya akan sangat merusak atmosfer gim. Kota Pelican akan dipenuhi kekacauan, penderitaan, dan kemarahan warga yang merasa kecewa karena pemain telah menghancurkan sebuah keluarga. Namun, setelah merenungkannya kembali, ia merasa hal tersebut terlalu realistis dan suram untuk gim yang sejatinya diciptakan sebagai tempat pelarian yang menenangkan.
Menariknya, Barone mengakui ada satu hal ekstrem yang memang pernah serius ia pertimbangkan, yaitu memberikan opsi kepada pemain untuk merusak hubungan pasangan ikonik di kota tersebut, seperti Pierre-Caroline atau Robin-Demetrius.
Namun, ide tersebut langsung ia urungkan karena dirasa terlalu berat untuk tonasi gim Stardew Valley. Selain itu, secara teknis fitur tersebut akan memakan waktu yang sangat lama karena ia harus merombak seluruh dialog dan respons emosional dari setiap penduduk kota. "Ditambah lagi, mendiang kakekmu di dalam gim pasti akan merasa malu kepadamu," guraunya.
Daripada merombak sistem pernikahan di Stardew Valley, saat ini Barone memilih membagi waktu kerjanya untuk merampungkan proyek gim terbarunya yang sangat diantisipasi, Haunted Chocolatier, yang sudah diumumkan sejak 2021 silam.
Barone mengungkapkan bahwa ia mendedikasikan lima hari dalam seminggu untuk Haunted Chocolatier, dan dua hari sisanya untuk mengawasi pembaruan Stardew Valley Update 1.7 yang akan datang.
Ia membocorkan bahwa dunia Haunted Chocolatier akan jauh lebih besar dan kompleks dibandingkan Stardew Valley, baik dari segi jumlah peta, variasi monster, hingga kedalaman sistem item RPG-nya. Mengusung tema kastel berhantu dengan mekanik toko cokelat, Barone berkomitmen untuk merilis gim ini tanpa tekanan tenggat waktu demi memastikan kualitas terbaik saat diluncurkan nanti.
Klarifikasi dari Eric Barone ini tentu membuat para penggemar Stardew Valley bisa bernapas lega karena kehidupan pernikahan di Pelican Town dipastikan akan tetap aman dan harmonis. Kebebasan kreatif yang ia tunjukkan membuktikan mengapa ia menjadi salah satu developer indie yang paling dihormati saat ini.
Menurut kamu, Sobat Indogamers, apakah gim sandbox memang harus memberikan kebebasan bagi pemain untuk melakukan tindakan kriminal atau buruk, atau tetap harus dibatasi demi kenyamanan bermain? Sampaikan opinimu di kolom komentar dan terus pantau Indogamers.com untuk pembaruan seputar proyek Haunted Chocolatier!