Indogamers.com - Panggung live server esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) internasional baru saja mencatatkan sejarah baru yang sangat membanggakan untuk tanah air! Tim asal Indonesia, Bigetron by Vitality, akhirnya berhasil memecahkan 'kutukan' dan mengamankan gelar juara internasional pertama mereka sepanjang sejarah organisasi.
Melalui duel All-Indonesian Final yang sangat membara di Zhaksylyk Ushkempirov Martial Arts Palace, Astana, Kazakhstan, skuad Robot Merah sukses menundukkan sang 'Raja Langit', ONIC, dengan skor meyakinkan 3-1 di partai Grand Final MOBA Mobile MLBB presented by Freedom, Games of the Future 2026.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya mengukuhkan Bigetron by Vitality sebagai kampiun utama, tetapi juga membuat mereka berhak mengantongi prize pool raksasa sebesar US$315.000 (sekitar Rp5 Miliar).
Langkah ONIC menuju babak Grand Final sebenarnya terasa sangat mengerikan. Selama enam hari berturut-turut di fase dungeon babak penyisihan hingga knockout, ONIC melibas seluruh lawan tanpa kehilangan satu game pun alias memegang rekor win rate 100%.
Namun, Bigetron by Vitality menyajikan counter-strategy yang sempurna. Membuka game pertama, Bigetron langsung tampil menekan dan berhasil mencuri game pembuka—sekaligus menjadi tim pertama yang memberi kekalahan game bagi ONIC di ajang ini. Meski ONIC sempat membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di game kedua, ketenangan para player Bigetron di dua game berikutnya menjadi pembeda.
Lewat kontrol map yang rapi dan eksekusi teamfight yang minim blunder, Bigetron by Vitality sukses menyapu bersih game ketiga dan keempat untuk mengunci kemenangan akhir 3-1!
Salah satu pahlawan kemenangan Bigetron yang tampil sangat imut sekaligus mematikan di game penentu adalah sang Gold Laner, Eman "Emann" Sangco. Memainkan peran sebagai damage dealer utama, Emann mencatatkan statistik gila dengan 6 kill, 6 assist, dan 0 death!
Performa tanpa cela ini membuat Bigetron begitu leluasa mengamankan objektif Lord hingga meratakan base milik ONIC.
"Saya sangat bahagia karena ini adalah trofi internasional pertama kami bersama Bigetron. Kami sangat mengenal ONIC dan tahu bagaimana cara mereka bermain. Namun, mereka telah mengalahkan setiap tim yang dihadapi di turnamen ini, jadi kami tahu betapa kuatnya mereka. Hari ini, saya rasa kami adalah tim yang lebih baik. Saya ingin berterima kasih kepada ONIC karena telah memberikan perlawanan yang luar biasa dan kepada seluruh penggemar yang datang untuk mendukung kami," ujar Emann dikutip dari rilis resmi Games of the Future.
Sebelum partai puncak yang mempertemukan sesama wakil Indonesia digelar, duel perebutan tempat ketiga lebih dulu menyajikan aksi balass dendam dari Aurora Gaming. Tampil sangat dominan, Aurora sukses menggulung Selangor Red Giants (SRG) dengan skor telak 2-0 tanpa perlawanan berarti.
Sidar "Tienzy" Menteşe dari Aurora tampil gila di game pertama lewat raihan 10 kill. Sementara di game kedua, momen full-team wipe pada menit ke-13 memastikan Aurora membalas kekalahan fase grup mereka atas SRG.
"Setelah kalah dari SRG di fase grup, kami melihat kembali apa yang salah, memperbaiki draft, dan kembali untuk mengalahkan mereka 2-0 di pertandingan perebutan tempat ketiga ini. Kami belajar dari pertandingan pertama, melakukan perubahan yang tepat, dan hari ini menunjukkan seberapa besar perkembangan kami. Kami mendapatkan begitu banyak dukungan sepanjang turnamen, jadi saya ingin berterima kasih kepada seluruh penggemar Aurora yang selalu mendukung kami," ungkap pihak Aurora Gaming.
Ajang Games of the Future 2026 powered by Samruk-Kazyna ini secara keseluruhan diikuti oleh 16 klub MLBB elite dari seluruh penjuru dunia dengan total hadiah mencapai US$900.000.
Gelar internasional pertama ini dipastikan menjadi suntikan buff moral yang sangat besar bagi Bigetron by Vitality untuk menghadapi musim kompetisi esports MLBB berikutnya. Congrats Bigetron, GGWP ONIC