Selasa, 12 Mei 2026 Update 03:29 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier

Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier
Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier Misteri Spinoff Venom, Antara Klaim Batal Nadji Jeter dan Bantahan Jason Schreier

Siapkan Tomahawk-mu! Mini-Game DLC Resident Evil Requiem Rilis Mei, Ini Bocoran dari Sang ProduserGak Pake Lama! The Super Mario Galaxy Movie Kabarnya Siap Streaming Minggu DepanKeren! Game Baru Tides of Tomorrow Bikin Pilihan Pemain Lain Jadi Masalah Buat Kam...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com – Masa depan sang simbiote hitam, Venom, di jagat video game sedang menjadi tanda tanya besar. Baru-baru ini, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari pengisi suara Miles Morales, Nadji Jeter, yang menyebut bahwa proyek game standalone Venom telah dibatalkan oleh Insomniac Games. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh jurnalis industri paling tepercaya, Jason Schreier.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita bedah kebingungan yang tengah melanda komunitas Marvel's Spider-Man ini!

Berbicara dalam podcast Love it Film, Nadji Jeter mengungkapkan bahwa Insomniac sebenarnya sudah mulai menggarap game solo Venom serta sebuah DLC. Namun, menurut Jeter, proyek tersebut dihentikan setelah pengisi suara Venom, Tony Todd, meninggal dunia pada tahun 2024.

"Kami awalnya akan merilis game Venom dan DLC-nya, tapi kami kehilangan Tony Todd," jelas Jeter. Ia bahkan mengaku sudah diperlihatkan bagaimana awal permainan dan alur ceritanya akan dimulai.

Kabar duka bagi fans ini segera mendapat respons dari Jason Schreier dari Bloomberg. Melalui sebuah thread di ResetEra, Schreier membalas klaim Jeter dengan kalimat singkat namun padat: "Ini tidak benar."

Bantahan ini memicu tiga kemungkinan besar di kalangan analis:

Kemungkinan A: Proyek Venom memang tidak pernah masuk tahap pengembangan serius sejak awal.

Kemungkinan B: Proyek tersebut tidak dibatalkan dan Insomniac masih mengerjakannya (mungkin dengan mencari pengganti suara atau menggunakan aset suara yang sudah ada).

Kemungkinan C: Proyek tersebut memang batal, namun alasannya bukan karena kepergian Tony Todd, melainkan faktor internal lain.

Di seri kedua, Venom memainkan peran kunci di mana simbiote menempel pada Harry Osborn, bukan Eddie Brock. Pemain bahkan sempat merasakan serunya mengendalikan Venom dalam satu sekuens ikonik, yang memicu harapan besar akan adanya game spinoff seperti Marvel’s Spider-Man: Miles Morales.

Jason Schreier memiliki rekam jejak yang sangat akurat dalam industri gaming. Jika ia mengatakan klaim Jeter salah, kemungkinan besar Insomniac masih memiliki rencana untuk Venom, atau setidaknya alasan pembatalannya (jika benar batal) jauh lebih kompleks daripada sekadar masalah pengisi suara.

Apalagi, beberapa minggu lalu model wajah Peter Parker sempat membocorkan bahwa pengembangan Spider-Man 3 sudah berjalan. Di industri sebesar ini, aset karakter sepopuler Venom biasanya tidak akan dibuang begitu saja.

Meskipun Nadji Jeter adalah orang dalam, sering kali aktor hanya mengetahui bagian kecil dari kebijakan manajemen besar. Kita harus menunggu klarifikasi resmi dari Sony atau Insomniac untuk memastikan apakah kita bisa kembali menelan musuh sebagai Venom di masa depan.

Gimana menurut kamu, apakah Insomniac sebaiknya mencari pengisi suara baru untuk menghormati warisan Tony Todd, atau memang lebih baik Venom muncul di Spider-Man 3 saja?***