Selasa, 12 Mei 2026 Update 03:32 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru?

Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru?
Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru? Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru? Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru? Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru? Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru? Magis Velodrome di MPL ID S17, Akankah Kembali Jadi Panggung ONIC atau Keajaiban Baru?

Duo Dolynn dan QINN Jadi Kunci Kebangkitan DEWA United di MPL ID Season 17RRQ Kazu Ganas, EVOS Divine Berjuang Bangkit! Intip Peluang Tim Indonesia di Pekan Ketiga FFWS SEA 2026 SpringTrilogi Alter Ego-EVOS-Geek Fam di Week 6! Kesempatan Emas Menjauh dari Zona...

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers – Jakarta International Velodrome bukan sekadar arena balap sepeda. Bagi sejarah MPL Indonesia, lokasi di Rawamangun ini adalah saksi bisu lahirnya berbagai momen epik. Kembali terpilihnya Velodrome sebagai venue Playoff MPL ID Season 17 disambut antusias, bukan hanya karena desain stage yang oke, tapi juga karena beberapa fakta menarik yang menyelimutinya.

Secara historis, Velodrome sudah menjadi kandang bagi ONIC. Sang Raja Langit tercatat selalu keluar sebagai kampiun saat babak playoff digelar di sini, baik itu pada Season 13 maupun Season 15.

Musim ke-17 ini menjadi panggung pembuktian: mampukah mereka mencetak hattrick juara di lokasi yang sama, atau justru takhta mereka akan goyah oleh penantang baru?

Namun, Velodrome tidak hanya milik ONIC seorang. EVOS Fams tentu ingat keajaiban Season 13, di mana Sang Macan Putih melakukan miracle run dari posisi ke-9 di musim reguler hingga menembus Grand Final di arena ini.

Di sisi lain, RRQ Hoshi memiliki kisah yang kontras di Velodrome. Setelah sempat pulang lebih awal di Season 13, mereka berhasil bangkit dan mencapai grand final di Season 15. Kini di Season 17, dengan meta "Batu-Gunting-Kertas" di mana semua tim bisa saling mengalahkan, RRQ dipastikan akan tampil habis-habisan.

Mengingat sejarah besar dan kapasitas venue yang terbatas, "War Tiket" diprediksi akan kembali meledak. Berikut informasi penting buat kamu:

Penjualan Resmi: Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 14.00 WIB.

Situs Pembelian: id-mpl.com/ticket.

Update Fasilitas: Penyelenggara menjanjikan perubahan tata letak stage dan tempat duduk yang lebih baik untuk pengalaman menonton yang lebih imersif.

Tensi di Velodrome kali ini dipastikan akan lebih tinggi. Pergeseran kekuatan tim di musim reguler membuktikan bahwa tidak ada tim yang benar-benar aman. Bagi kamu yang berencana datang, integrasi LRT dan Transjakarta adalah opsi terbaik untuk menghindari macetnya area Rawamangun saat hari H.

Sengitnya persaingan musim ini membuat antusiasme berada di titik puncak. Apakah Velodrome akan tetap menjadi saksi kejayaan ONIC, atau justru menjadi saksi lahirnya juara baru? Pastikan kamu sudah siap di depan layar saat tiket dibuka hari Sabtu nanti!

Kira-kira tim mana yang menurut kamu paling punya chemistry dengan panggung Velodrome musim ini?