Indogamers.com – Influencer sekaligus bintang WWE, Logan Paul, kembali memicu kontroversi di kalangan penggemar anime setelah menghabiskan dana sebesar 550.000 dolar AS (sekitar Rp8,8 miliar) untuk membeli salinan langka bab pertama manga One Piece dan Dragon Ball. Langkah ini memicu kemarahan besar dari komunitas One Piece di seluruh dunia, termasuk dari sesama influencer ternama, IShowSpeed.
Para penggemar merasa tindakan Logan Paul hanyalah upaya untuk memonetisasi komunitas mereka, serupa dengan apa yang terjadi pada pasar kartu Pokemon yang sempat ia acak-acak beberapa tahun lalu. Menanggapi gelombang protes tersebut, Paul akhirnya angkat bicara melalui episode terbaru podcast miliknya, IMPAULSIVE, pada 6 Mei 2026.
Logan Paul secara tegas meminta para penggemar untuk tidak membawa masalah ini ke ranah pribadi. Ia merasa setiap orang memiliki hak untuk menikmati, mengoleksi, dan terinspirasi oleh sebuah karya tanpa harus menjadi "penjaga gerbang" (gatekeeper) terhadap hobi tersebut.
"Semua candaan dikesampingkan, ini terasa gila bagi saya. Tolong jangan bawa ini ke ranah pribadi, komunitas One Piece. Saya sebenarnya menyukai kalian," ujar Logan Paul dalam podcast-nya. "Tapi jika kalian marah karena saya membeli beberapa manga, saya tidak tahu seberapa besar saya harus memedulikan hal itu. Kalian bukan penjaga gerbang dari hobi yang dibuat untuk dibaca, ditonton, dinikmati, dan dikoleksi oleh orang-orang."
Paul mengakui bahwa dirinya hanyalah seorang penggemar kasual One Piece. Namun, ia menegaskan bahwa statusnya sebagai penggemar kasual tidak seharusnya menghalangi dirinya untuk membeli sesuatu yang ia anggap keren dan merepresentasikan bagian dari sejarah anime.
Menariknya, Paul juga menceritakan perspektif yang ia dapatkan dari IShowSpeed saat ajang Wrestlemania. Speed menjelaskan betapa One Piece telah menyelamatkan hidupnya dan menjadi katalisator bagi karier streaming-nya. Paul mengaku terkesan melihat pengaruh nyata sebuah karakter fiksi terhadap kehidupan seseorang, namun ia tetap melihat koleksi tersebut sebagai aset alternatif strategis.
"Saya bangga menjadi seorang kolektor. Saya memang mengoleksi hal-hal yang saya sukai, dan saya memang menyukai One Piece. Saya bukan penggemar fanatik yang tahu segalanya, tapi saya penggemar kasual. Saya menikmati menontonnya, saya menikmati membuka bungkusnya, dan menikmati komunitas daringnya," tambah Paul.
Kepopuleran One Piece sendiri memang sedang mencapai puncaknya berkat kesuksesan adaptasi live-action di Netflix dan pengumuman remake anime yang dijadwalkan tayang perdana pada Februari 2027. Fenomena monetisasi merchandise ini pun tidak hanya dilakukan oleh Paul; berbagai kolaborasi eksklusif One Piece belakangan ini juga menjadi incaran para reseller di berbagai situs jual beli internasional.
Tindakan Logan Paul ini semakin menegaskan bahwa karya seni seperti manga kini telah bergeser menjadi instrumen investasi yang bernilai tinggi. Meski banyak fans fanatik merasa keberatan, fenomena ini nampaknya sulit dihindari seiring dengan semakin globalnya budaya populer Jepang.
Bagaimana menurutmu, Sobat Indogamers? Apakah menurutmu seorang kolektor kasual seperti Logan Paul sah-sah saja membeli barang langka dengan harga selangit, ataukah barang tersebut lebih pantas dimiliki oleh fans sejati?