Kamis, 13 Agustus 2026 Update 18:01 WIB
Portal berita game, gadget, mobile, dan e-sport

GameNews Update

Portal update game, gadget, esport, dan teknologi terbaru

Sorotan Hari IniPortal Gaming Indonesia

Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com)

Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com)
Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com) Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com) Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com) Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com) Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com) Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026 (FOTO: Ahmad Fajar/Indogamers.com)

Dobrak Sejarah, ONIC Impor Bintang Thailand, Roster Indonesia Makin Dilirik di FFWS SEA 2026 FallMisi Rebut Trofi di Rumah Sendiri! 5 Tim Indonesia Siap Melibas FFWS SEA 2026 Fall, Grand Finals Digelar di SurabayaBikin Gempar Panggung Dota 2! Prodigy 17 Tahun....

Tampilkan SelengkapnyaSembunyikan Artikel

Indogamers.com - Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 kembali digelar di Jakarta pada 8-9 Agustus 2026. Memasuki tahun ke-10, acara ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada industri gim Tanah Air sekaligus mendorong masyarakat agar semakin mengenal dan memainkan karya buatan developer lokal.

HARGAI 2026 berlangsung di Garuda Sparks Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari gamer, komunitas, developer, publisher, content creator, pelajar, hingga masyarakat umum. Selain gim digital, acara ini juga menghadirkan berbagai karya board game buatan anak bangsa.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, yang hadir dalam perayaan tersebut menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan industri gim Indonesia. Ia menyebut subsektor aplikasi dan gim terus mengalami pertumbuhan.

“Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim meningkat 18,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentu pertumbuhan ini menjadi sangat signifikan dengan menyerap tenaga kerja yang didukung program dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan investasi,” ujarnya dalam sesi panel remarks.

Menurut Teuku Riefky, pertumbuhan tersebut perlu diikuti dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, terutama untuk memperluas akses pasar dan memperkenalkan lebih banyak gim Indonesia ke pasar internasional.

Pemerintah melalui Kementerian Ekraf juga telah menjalankan sejumlah program untuk membantu memperkenalkan karya lokal. Salah satunya dengan menampilkan sembilan gim lokal di Games Corner yang berada di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, sebanyak 10 gim lokal juga dibawa ke ajang Gameseed untuk membuka peluang pasar internasional bagi para pengembang. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu developer Indonesia memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan peluang komersial di luar negeri.

Teuku Riefky juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat industri gim nasional.

“Kami optimis bahwa gim lokal bisa memiliki ekosistem yang semakin sehat dan mempunyai multiplier effect ekonomi,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menilai industri gim Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, dukungan terhadap gim lokal bukan berarti menganggap seluruh karya Indonesia selalu lebih baik, tetapi memberikan kesempatan kepada developer untuk berkembang dan bersaing berdasarkan kualitas.

“Indonesia bukan hanya negara yang memainkan, tapi menjadi negara yang membuat gim. Ekosistem gim yang sehat tentu harus dibangun untuk tumbuh bersama.” ujarnya.

Shafiq juga menilai developer lokal membutuhkan ruang untuk mencoba, belajar, bahkan mengalami kegagalan sebelum akhirnya menghasilkan karya yang semakin baik. Ia berharap dalam 10 tahun mendatang akan semakin banyak gim Indonesia yang mampu menembus pasar global.

Dengan begitu, gim tidak hanya menjadi produk hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan cerita, budaya, dan kreativitas Indonesia kepada masyarakat dunia.

Dalam rangkaian HARGAI 2026, Menteri Ekraf turut meninjau langsung 15 studio gim dan lima board game yang memamerkan karya serta talenta lokal. Penyelenggaraan HARGAI tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekraf, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Disparekraf DKI Jakarta, AGI, dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI).

Acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Dream Forge Creation, Lyto GOCpay, UniPin, Garena, dan Apple Developer Institute for Games.

Melalui HARGAI 2026, industri gim Indonesia kembali menunjukkan bahwa potensi developer lokal terus berkembang. Dukungan dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting agar ekosistem gim dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, mendukung gim lokal dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengenal dan memainkan karya buatan developer Indonesia. Dengan semakin banyak karya lokal yang mendapatkan kesempatan untuk dikenal dan bersaing, peluang gim Indonesia untuk menembus pasar global juga semakin terbuka.

HARGAI 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki banyak pemain gim, tetapi juga talenta yang mampu menciptakan karya dan membawa cerita serta kreativitas Indonesia ke panggung dunia.**