Indogamers.com - Halo, para gamers dan tech-enthusiast! Buat kamu yang lagi nungguin perkembangan pertempuran sengit di ranah HP flagship, ada kabar hangat nih dari dapur Samsung.
Sebelumnya sempat berhembus kabar kalau Samsung mau ngikutin jejak Apple buat bawa teknologi kamera super canggih di generasi mendatang. Tapi laporan paling gres justru ngebocorin kalau Samsung mendadak "putar haluan".
Biar gak makin penasaran, yuk simak fakta-fakta penting seputar batalnya fitur baru di Samsung Galaxy S27 Series berikut ini!
Sekitar bulan Mei lalu, rumor kencang menyebutkan kalau Samsung Galaxy S27 Ultra bakal dibekali kamera utama 200MP dengan fitur variable aperture (bukaan lensa yang bisa menyesuaikan cahaya secara mekanis). Langkah ini diprediksi buat menandingi bocoran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dikabarkan bakal mengusung teknologi serupa.
Berdasarkan laporan terbaru dari media Korea Selatan, Samsung akhirnya mengambil keputusan final: fitur variable aperture resmi dicoret dari seluruh model Galaxy S27 Series. Jadi, gak cuma versi reguler, versi Ultra-nya pun gak bakal dapet fitur ini.
Samsung tentu punya alasan kuat kenapa gak jadi menyematkan fitur keren ini. Ada beberapa poin utama yang jadi pertimbangan:
Biaya Manufaktur Membengkak: Komponen mekanis bukaan lensa fleksibel itu relatif mahal. Ditambah lagi, industri smartphone saat ini lagi pusing menghadapi kenaikan harga komponen memori (DRAM).
Modul Kamera (Camera Bump) Makin Tebal: Mekanisme variable aperture butuh ruang ekstra. Kalau dipaksakan, tonjolan kamera belakang bakal makin tebal pasti kurang nyaman di genggaman pas lagi asik mabar game favorit.
Fungsinya Dianggap Kurang Sebanding: Peningkatan hasil foto dari fitur ini pada sensor smartphone dinilai kurang signifikan jika dibandingkan dengan lonjakan biaya produksi yang harus ditanggung.
Buat kamu yang veteran gadget, fitur variable aperture ini sebenarnya bukan hal asing buat Samsung. Raksasa teknologi asal Korsel ini sudah pernah menyematkannya di lini Galaxy S9 (2018) dan Galaxy S10 (2019). Namun karena dinilai kurang esensial, fitur tersebut akhirnya dipensiunkan di generasi-generasi setelahnya.
Gimana menurut kamu? Lebih milih HP yang tetep ramping dan harganya masuk akal, atau tetep mau kamera dengan fitur mekanis ala kamera DSLR?***