Indogamers.com - Dalam ajang MPL Indonesia, statistik tidak pernah bohong. Saat Bigetron by Vitality (BTR) sukses mengalahkan Geek Fam di laga pembuka, ada dua nama yang langsung mencuri perhatian: Moreno dan Nnael. Dua pemain ini berada di urutan teratas sebagai pencetak damage terbesar per menit (DPM).
Kerja sama mereka sangat rapi. Moreno dan Nnael sering menggabungkan serangan stun dan burst damage yang bikin musuh langsung hilang dari area pertempuran.
Namun, rahasia utama ketajaman serangan BTR sebenarnya ada pada dompet Nnael. Sang jungler berhasil mengumpulkan rata-rata 823,2 gold per menit (GPM), angka tertinggi di kompetisi saat ini. Cara Nnael farming terbilang unik dan sangat efisien. Ia bisa mengambil monster hutan dengan cepat sambil mengganggu area musuh. Hasilnya, Nnael selalu membeli item lebih cepat dibanding jungler lawan, sehingga BTR hampir selalu menang saat perang tim.
Kondisi ini pun tercermin langsung di papan klasemen sementara MPL ID Season 18. BTR saat ini nyaman bertengger di posisi ketiga, menjaga jarak di papan atas. Berbanding terbalik dengan lawannya, Dewa United justru sedang terpuruk di peringkat terbawah.
Di atas kertas, Dewa United punya tugas yang sangat berat. Dari 12 kali bertemu BTR, Dewa United cuma bisa menang 3 kali (rekor 9-3 untuk keunggulan BTR), termasuk kekalahan 2-1 di pertemuan terakhir mereka.
Meski begitu, laga ini bisa jadi momen kebangkitan bagi sang juru kunci. Setelah sebelumnya gagal menerapkan strategi menculik pemain lawan (pick-off) saat kalah dari TLID, Dewa United tentu sudah mengantongi banyak evaluasi.
Kunci kemenangan Dewa United untuk keluar dari dasar klasemen hanya satu: ganggu cara Nnael mencari uang. Jika Dewa United bisa merusak rute farming Nnael sejak menit pertama, aliran gold BTR akan tersendat dan duet maut Nnael-Moreno tidak akan seberbahaya biasanya. Bisakah Dewa United menemukan resep ampuh tersebut, atau justru BTR yang semakin kokoh di papan atas?***