Indogamers.com - Empat pertandingan, empat kekalahan. Tren negatif 0-4 yang dipikul Dewa United Esports (peringkat 9) dan Geek Fam (peringkat 8) menjadikan bentrokan mereka di Week 3 bukan sekadar laga biasa. Ini adalah panggung desperation match, pertarungan serius demi menyudahi krisis dan mengamankan poin kemenangan pertama musim ini.
Dewa United masih meraba kembali intensitas cepat yang sempat menjadikan mereka kejutan musim lalu. Pada laga terakhir, mereka harus bertekuk lutut di hadapan Alter Ego tanpa mampu mencuri momentum. Di sisi lain, Geek Fam yang baru saja ditundukkan EVOS juga masih tertatih. Meski berani meracik komposisi hero serta draft yang tidak biasa, adaptasi roster baru Geek Fam belum membuahkan hasil manis di atas panggung.
Melihat rekor pertemuan, Geek Fam memegang keunggulan psikologis tipis dengan 8 kemenangan dari 14 pertarungan. Memori pahit sewaktu Geek Fam menyapu bersih Dewa 3-0 pada Play-ins Season 17 lalu tentu masih berbekas. Namun, peta kekuatan kini tak lagi sama. Kedua tim dipaksa meraba identitas baru setelah kehilangan pilar spiritual dan taktis mereka: Muezza di lini depan Dewa United serta Baloyskie sebagai pengatur tempo utama di balik kemudi Geek Fam.
Kehilangan sosok shotcaller vokal membuat kedua tim kerap kehilangan arah saat transisi menuju mid-to-late game. Di sinilah kedalaman mental dan adaptasi strategi baru mereka diuji secara terbuka.
Menariknya, catatan statistik penguasaan objektif netral kedua tim menunjukkan potensi yang belum tereksplorasi maksimal. Kedua tim sama-sama sudah mengamankan 7 Lord. Namun dalam urusan early game, Geek Fam sedikit lebih unggul dengan koleksi 14 Turtle dibandingkan Dewa United yang mengemas 10 Turtle.
Statistik ini menegaskan bahwa Geek Fam sebenarnya memiliki inisiasi early game yang cukup kuat untuk mengamankan kontestasi Turtle awal. Celah terbesar mereka terletak pada eksekusi late-game dan penyesuaian draft unik agar tidak bumerang. Sementara bagi Dewa United, mengunci pergerakan Geek Fam di area Turtle sejak menit-menit awal akan menjadi kunci utama jika ingin mengontrol alur pertandingan.
Waktu di panggung reguler terus berjalan dan zona playoff semakin menjauh. Siapa yang mampu merapikan komunikasi internal, memaksimalkan perebutan objektif, dan menjadikan laga ini sebagai titik balik musim mereka?