Indogamers.com - Momen Krusial jelang dimulainya dungeon kompetisi paling bergengsi di dunia Dota 2, The International (TI) 2026, mendadak diguncang skandal besar! Hanya hitungan hari sebelum live server babak utama TI 2026 resmi bergulir di Shanghai, Cina, mid laner muda berbakat milik LGD Gaming, Santiago “TaiLung” Agüero Gustavo, secara mengejutkan dijatuhi hukuman banned dari TI 2026.
Tidak hanya didepak dari turnamen paling bergengsi tersebut, PGL selaku penyelenggara turnamen esports raksasa juga memberikan hukuman paling berat berupa permanent ban dari seluruh ajang yang mereka gelar di masa depan.
Kabar mengejutkan ini diumumkan langsung oleh manajemen LGD Gaming setelah mereka melakukan tinjauan internal dan melaporkan adanya dugaan pelanggaran competitive integrity (integritas kompetitif) yang melibatkan pemain berusia 17 tahun tersebut kepada pihak penyelenggara.
"Persaingan yang adil dan integritas kompetitif adalah fondasi utama dalam esports profesional," tegas LGD Gaming dalam pernyataan resminya, sembari menambahkan bahwa mereka akan terus bertindak tegas dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara setiap kali ada masalah integritas yang muncul.
Sanksi ketat ini menjadi kabar yang sangat tragis bagi lanskap pro scene Dota 2, mengingat TaiLung digadang-gadang sebagai salah satu prodigy paling bersinar asal Amerika Selatan (South America).
Mid laner muda asal Peru ini sempat menyita perhatian community player di seluruh dunia saat membela LGD di ajang BLAST Slam VII. Kala itu, TaiLung memecahkan rekor dunia single-game hero damage di ajang profesional setelah menorehkan lebih dari 275.000 hero damage menggunakan Zeus dalam pertandingan marathon berdurasi 111 menit melawan Aurora Gaming.
Meski LGD Gaming tidak membeberkan secara mendetail aksi spesifik apa yang memicu hukuman tersebut, banyak tokoh dan komunitas yang mengaitkan kasus ini dengan skandal match-fixing (322) yang belakangan ini gencar disapu bersih oleh lembaga integritas esports ESIC.
Didepaknya TaiLung dari roster jelas menjadi debuff besar dan memusingkan bagi LGD Gaming. Tim legendaris ini terpaksa melakukan pencarian pemain pengganti di posisi mid lane dalam waktu yang sangat mepet.
Pihak penyelenggara turnamen telah memberikan izin penyesuaian roster khusus agar LGD bisa merekrut mid laner anyar sebelum babak group stage dimulai. LGD mengonfirmasi bahwa anggota tim yang tersisa tetap menjalankan proses latihan sesuai jadwal sembari merampungkan urusan administrasi roster baru mereka.
Tindakan tegas yang menimpa TaiLung langsung memancing gelombang reaksi emosional dari para pro player, coach, hingga streamer kenamaan Dota 2 yang menyayangkan hancurnya karier sang wonderkid.
Pelatih Team Liquid, William “Blitz” Lee, mengungkapkan kekecewaan mendalamnya karena Liquid sempat mempertimbangkan untuk merekrut TaiLung jika mid laner mereka, Nisha, memutuskan untuk rehat.
"Sia-sia banget, bocah ini benar-benar kehilangan potensi uang jutaan dolar. Sedih buat LGD, tapi seburuk apa pun ini bagi ekosistem game, keputusan mereka untuk menolak bermain dengan match-fixer patut diacungi jempol," tulis Blitz.
Perasaan kaget juga diutarakan oleh mantan pro player Maurice “KheZu” Gutmann dan streamer populer Janne “Gorgc” Stefanovski yang menyebut kasus ini sebagai potensi bakat terbesar yang hilang akibat tindakan kecurangan.
"Bakat paling menjanjikan yang pernah hilang dari kita gara-gara urusan 322 (match-fixing) ini. Ini bakal jadi 'what if' terbesar sepanjang sejarah Dota," pangkas Gorgc.
Hingga saat ini, LGD Gaming maupun PGL belum memberikan detail tambahan mengenai rincian tindakan kecurangan tersebut. Namun satu hal yang pasti, keputusan tegas ini membuktikan bahwa integritas pertempuran di live server profesional tidak bisa ditawar oleh siapa pun, bahkan untuk seorang prodigy berbakat sekalipun.
Gimana menurutmu mengenai kasus banned TaiLung ini? Apakah langkah LGD dan PGL sudah tepat?